Hati
Untuk menjadi seorang yang soleh/soleha, tidaklah harus memiliki hati seputih Malaikat atau
hati yang bersih seperti Rosul.
Bagi kita manusia biasa, cukuplah dengan hati yang ikhlas. Ikhlas artinya menerima ketetapan Allah dengan sepenuh hati dan syukur. Jika di hati masih ada sesal, kusut dan berandai-andai atas keputusan Allah, berarti belum IKHLAS. Jika tidak ikhlas, bukan hati yang salah. Tapi Iman-nya yang harus dikoreksi karena percaya qoda dan takdir adalah bagian dari Iman. Semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan. Semuanya merupakan takdir Allah.
Mengisi Kekosongan Hati.
Hati manusia sudah ada pembagiannya, ada ruang untuk Allah, Rosul, ortu, pasangan, bermasyarakat/pertemanan dll. Dan semua ruang harus terisi secara seimbang. Jika ada yang kurang, dia akan merasa sepi, jenuh, strees dsb. Berarti ruang hatinya tidak stabil/ada yang kosong. Istilah kerennya Kekosongan Hati. Untuk mengisi kekosongan hati seorang muslim, harus dengan cara yang benar. Yang diridhoi Allah. Ruang untuk Allah: ibadah, zikir, baca Quran dll. Rosul dengan meneladaninya dan berusaha melaksanakan hadisnya. Ortu dengan birulwalidain/bakti. Pasangan/bagi yang sudah nikah: seiya-sekata, berbagi, bercanda dan sendau gurau. Bermasyarakat/teman dengan majlis taklim dan kegiatan yang baik/bermanfaat. Dan lain-lain..
Tapi jika mengisi kekosongan hati diartikan dengan fb/sms-an dengan lawan jenis/non muhrim. Itu namanya bermain api. :)
Bagi para muslim/muslimah yang belum nikah, berhati-hatilah dalam hal ini. Jaga mata dan hati terhadap lawan jenis. Apalagi jika teman fb/sms adalah suami/istri orang. Nauzubillah.. apa kalian tidak tahu tindakan kalian telah menyakiti pasangan mereka. Bagaimana jika kalian diposisi mereka? suami kalian curhatan dan berhaha-hihi dengan gadis lain? Atau sebaliknya? Bicaralah seperlunya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar